Pengertian
Packet
Switching merupakan suatu metode untuk mengirimkan data atau pesan denga cara
memisahkan pesan yang panjang ke dalam unit-unit kecil (paket) yang berukuran
tetap. Tiap paket berisi data dari user dan info control. Info control
berisi info agar paket bisa melalui jaringan dan mencapai alamat tujuan. Pesan
yang lengkap disusun ulang ketika sema paket telah sampai.
Packet Data
Kelebihan
1. Jalur
efisiensi yang lebih besar
- Jalur dari simpul ke simpul dibagi secara dinamik beberapa paket sepanjang waktu.
- Paket diantrikan dan ditransmisi secepat mungkin.
- Waktu pada link node-to-node adalah dialokasikan terlebih dahulu menggunakan time-division multiplexing.
2. Konversi
rate data
- Setiap stasiun terhubung ke simpul lokal pada rate data yang sesuai.
- Simpul pengangga data di butuhkan untuk penyangga rate.
- Dua buah station yang berbeda data-ratenya dapat saling menukar paket.
3. Paket
dapat diterima meskipun sedang sibuk
- Pengiriman dapat saja terlambat.
4. Skala
Prioritas dapat digunakan
- Paket dapat ditransmisikan pertama kali berdasarkan prioritas yang lebih tinggi.
- Paket
mempunyai delay yang lebih kecil daripada lower-priority packets.
Contoh
Aplikasi
- TCP/IP protokol adalah jaringan dengan teknologi “packet Switching” yang berasal dari proyek DARPA (development of Defense Advanced Research Project Agency) di tahun 1970-an yang dikenal dengan nama ARPANET.
- Jaringan
ATM adalah jaringan Packet-switching karena konsep ATM mirip dengan konsep
yang digunakan packet switching yaitu transfer informasi dilakukan dalam
format sel (informasi yang akan dikirim dibagi menjadipotongan-potongan
dengan ukuran tertentu) yang sifatnya connection-oriented artinya sebelum
transfer informasi dilakukan
harus dibangun hubungan terlebih dahulu atau definisikan sebagai protokol yang berfungsi sebagai interface untuk menghubungkan komputer dengan komputer lainnya, membuat tiap komputer yang terintegrasi di dalamnya dapat berkomunikasi atau bertukar informasi dengan kecepatan tinggi(sampai dengan 155Mbps). - GPRS adalah teknologi packet Switching data pada GSM. Teknologi yang dikenal sebagai generasi 2.5 ini, merupakan pengembangan dari teknologi Circuit Switching pada GSM.
- Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Protocol ini dapat mendukung 1 kanal data asinkron, 3 kanal suara sinkron simultan atau 1 kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung 1 kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.
Teknik
Switching
- Stasiun pemecah pesan yang panjang dalam bentuk paket
- Paket dikirim segera ke jaringan
- Paket dikemas dalam 2 cara :
- Datagram (sebuah paket data yang mengandung alamat terminal atau komputer yang dituju dan bersifat bebas/terpisah dari paket lain yang berkaitan dengan transaksi yang sama)
- Circuit Virtual
- Rute sudah direncanakan dahulu, sebelum paket-paket dikirim.
- Koneksi dibangun antara permintaan dan penerimaan.
- Setiap paket mempunyai identifikasi sirkuit virtual sebagai alamat tujuan.
- Setiap paket dapat mencari jalur sendiri.
Datagram
Pada
datagram tiap paket bisa diroutekan berbeda, misalnya station A akan kirim
paket 1, 2, dan 3. Route A menuju E ada dua route, maka kemungkinan paket 1
menempuh route yang berbeda dengan paket 2 tergantung dari kepadatan
masing-masing jalur.
Datagram
eksternal dan internal
Jaringan
mempunyai satu stasiun sumber, A dan dua stasiun tujuan yakni B dan C. Paket
yang akan dikirimkan ke stasiun B diberi label alamat stasiun tujuan yakni B
dan ditambah nomor paket sehingga menjadi misalnya B.1, B.37, dsb. Demikian
juga paket yang ditujukan ke stasiun C diberi label yang serupa, misalnya paket
C.5, C.17, dsb.
Datagram
Eksternal
Stasiun A
mengirimkan enam buah paket. Tiga paket ditujukan ke alamat B. Urutan
pengiriman untuk paket B adalah paket B.1, Paket B.2 dan paket B.3. sedangkan
tiga paket yang dikirimkan ke C masing-masing secara urut adalah paket C.1,
paket C.2 dan paket C.3. Paket-paket tersebut sampai di B dengan urutan
kedatangan B.2, paket B.3 dan terakhir paket B.1 sedangan di statiun C, paket
paket tersebut diterima dengan urutan C.3, kemudian paket C.1 dan terakhir
paket C.2. Ketidakurutan ini lebih disebabkan karena paket dengan alamat tujuan
yang sama tidak harus melewati jalur yang sama. Setiap paket bersifat
independen terhadap sebuah jalur. Artinya sebuah paket sangat mungkin untuk
melewati jalur yang lebih panjang dibanding paket yang lain, sehingga waktu
yang dibutuhkan untuk sampai ke alamat tujuan berbeda tergantung rute yang
ditempuhnya.
Datagram
Internal
Circuit
Virtual
Sebuah route
antara station dikonfigurasi sebelum terjadi transfer data. Node tidak perlu
melakukan routing decision untuk tiap paket, dilakukan hanya sekali dan berlaku
untuk semua paket. Jika ada dua station yang akan saling menukar data dalam
periode waktu tertentu, maka dapat dipastikan keuntungan banyak diperoleh jika
menggunakan virtual circuit. Pertama, jaringan menyediakan pelayanan yang
berhubungan dengan virtual circuit termasuk sequencing and error-control.
Sequencing berfungsi apabila semua paket mengambil route yang sama. Error
control adalah pelayanan untuk meyakinkan semua paket dapat tiba di tujuan,
tapi juga tiba dengan paket yang benar-benar diinginkan, tidak ada cacat.
Virtual
circuit eksternal dan internal
Virtual
Circuit Eksternal
Stasiun A
mengirimkan 6 paket. Jalur antara A dan B secara logik disebut sebagai jalur 1,
sedangkan jalur antara A dan C disebut sebagai jalur 2. Paket pertama yang akan
dikirimkan lewat jalur 1 dilabelkan sebagai paket 1.1, sedangkan paket ke-2
yang dilewatkan jalur yang sama dilabelkan sebagai paket 1.2 dan paket terakhir
yang dilewatkan jalur 1 disebut sebagai paket 1.3. Sedangkan paket yang pertama
yang dikirimkan lewat jalur 2 disebut sebagai paket 2.1, paket kedua sebagai
paket 2.2 dan paket terakhir sebagai paket 2.3 Dari gambar tersebut kiranya
jelas bahwa paket yang dikirimkan diberi label jalur yang harus dilewatinya dan
paket tersebut akan tiba di stasiun yang dituju dengan urutan seperti urutan
pengiriman.
Virtual
Circuit Internal
Virtual
Circuit Internal menunjukkan adanya jalur yang harus dilewati apabila suatu
paket ingin dikirimkan dari A menuju B (sirkit maya 1 atau Virtual Circuit 1
disingkat VC #1). Sirkit ini dibentuk denagan rute melewati node 1-2-3.
Sedangkan untuk mengirimkan paket dari A menuju C dibentuk sirkit maya VC #2,
yaitu rute yang melewati node 1-4-3-6.
Operasi
Eksternal dan Internal Circuit Vitual dan Datagram
1. Interfase
antara stasiun dan simpul Orientasi koneksi
- Semua paket diidentifikasikan sebagai milik koneksi logik tertentu dan diberi nomor berurutan, sebagai layanan Eksternal Virtual Circuit, mis. X2G.
2. Tanpa
Koneksi
- Paket ditangani terpisah, sebagai layanan External Datagram, yang berbeda dengan operasi Internal diagram.
External
virtual circuit, internal virtual circuit : Jika user meminta virtual circuit,
sebuah dedicated route yang melintasi dalam jaringan akan dibangun. Semua paket
mengikuti route yang sama.
External
virtual circuit, internal datagram : Jaringan menangani tiap paket secara
terpisah. Jadi, paket-paket yang berbeda dalam external virtual circuit yang
sama akan mengambil route yang mungkin berbeda.
External
datagram, internal datagram : Tiap paket diperlakukan secara bebas dari segi
user atau dari segi jaringannya.
Perbandingan
Circuit Virtual dan Datagram
Circuit
Virtual
Jaringan
dapat melakukan deretan dan kontrol kesalahan.
- Paket diteruskan lebih cepat(tidak perlu jalur khusus).
- Kurang handal (Simpul mengalami kegagalan seluruh sirkuit virtual yang melintasi simpul bisa hilang).
Datagram
- Panggilan untuk setup fase dapat dihindari (lebih baik daripada paket-paket yang sedikit).
- Lebih Reksible (jika terjadi kegagalan paket berikutnya dapat menemukan rute pengganti).
Ukuran Paket
Ada hubungan
antara ukuran paket dengan waktu dalam pentransmisian data. Apabila data
dipecah makin kecil membutuhkan waktu lebih cepat, dan tiap paket pecahannya
harus disisipi headernya. Akan tetapi jika dipecah semakin kecil akan
didapatkan waktu transmisi yang lebih besar dari sebelum paket lebih diperkecil
lagi. Dalam hal ini harus dipilih pemecahan paket yang optimum.
No comments:
Post a Comment